Puisi: Benih di Tanah Ngayau
Di tanah Ngayau yang lembut terbentang,
Langit pagi memeluk ladang dengan tenang.
Langkah-langkah warga datang menyatu,
Membawa harap, membawa restu.
Topi-topi anyam menari dalam cahaya,
Tangan-tangan bekerja tanpa banyak kata.
Benih jagung pipil jatuh satu per satu,
Seperti doa kecil yang mengalir dari kalbu.
Camat, kapolsek, warga, dan semua yang hadir,
Melebur dalam niat yang sama,
Di balik tanah yang dibuka dengan cinta,
Ada harapan pangan yang ingin mereka jaga.
Desa Ngayau hari itu menjadi saksi,
Bahwa kebersamaan adalah benih paling inti.
Kelak, dari tanah ini tumbuh kehidupan baru,
Mengalirkan syukur, dari desa untuk para generasi maju.

